Langsung ke konten utama

Ahmad Kian Santang Menangkan Emas di KSM Nasional 2016

Bantul, 28 Agustus 2016
Ahmad Kian Santang adalah Santri Pondok Pesantren Al Imdad Bantul. Lahir di Sleman pada tanggal 30 Juni 2002, Kian adalah putra pertama dari pasangan Arosin Suryanto, S.Si dan Ade Rokayah, S.Ag yang beralamat di Jl. Turi No. 3 RT 044 Labasan Pekembinangun Pakem Sleman.

Dalam kesehariannya, santri ini dikenal sebagai pribadi sederhana dan lugu. Namun, di balik kesederhanaan dan keluguannya, Kian ternyata menyimpan prestasi yang layak dibanggakan dan wajib disyukuri.  Dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional di Pontianak tanggal 23-27 Agustus 2016 lalu, ia mampu meraih MEDALI EMAS di bidang Biologi tingkat MTS. Tidak hanya itu, ia juga meraih Penghargaan The Best Overall di Mapel Biologi yang diikutinya.



“Prestasi Kian tidaklah mengherankan, karena hampir setiap kali saya melihatnya di pondok, ia selalu dekat dengan buku,” terang KH. Drs. Habib Abdus Syakur, M.Ag, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul.
Hal senada juga diutarakan oleh H. Ahmad Murod, S.Ag, Kepala Madrasah MTs Al Falaah yang juga Pengasuh di Pondok Pesantren Al Imdad, yang menyatakan bahwa, “Ia anak yang rajin dan juga cerdas dalam mengikuti pelajaran, baik di madrasah dan di pondok. Terbukti dia dipilih teman-temannya untuk menjadi Ketua OSIS di periode 2015-2016.”

Berdasarkan keterangan dari Cholid Zamroni, pembimbing Kian di asrama, Kian pernah menjuarai beberapa lomba baca kitab kuning dalam ajang Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK), baik tingkat Kabupaten Bantul, maupun Provinsi DI Yogyakarta. “Tahun lalu, ia mendapatkan Peringkat I lomba baca kitab kuning untuk cabang Fiqh Ula dalam ajang MQK Tingkat Kabupaten Bantul di Pondok Pesantren An Nur Ngrukem Bantul.”

Cholid menambahkan, “Lantas, Kian berhak mewakili Bantul di lomba MQK Tingkat Provinsi DI Yogyakarta yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Nurul Haromain Kulonprogo, dan berhasil meraih Peringkat II di cabang yang sama.”

Saat ditanya tentang harapannya ke depan, Kian dengan mantap mengatakan bahwa ia ingin kuliah di Jepang. Kenapa Jepang? Kian menyatakan, “Karena Jepang adalah negara yang sangat maju di bidang teknologi. Dan saya berharap mampu mengambil ilmu-ilmu di sana untuk dikembangkan di negara kita.”

Keberhasilan Kian dalam ajang KSM Tingkat Nasional 2016 di Pontianak ini mampu menepis stigma bahwa anak pondok alias santri hanya mampu berkembang di bidang ilmu agama saja. Kian berhasil membuktikan bahwa anak pondok juga mampu berprestasi dalam ilmu-ilmu sains.
 (Tarno/Anas)

Postingan populer dari blog ini

Tafsir jalalain (QS. Al an'am ayat 83-84)

Dalam surah Al an'am ayat 83, Allah menunjukkan segala sesuatunya kepada Nabi Ibrahim, hujjah Nabi Ibrahim itu  menunjukkan bahwa Allah itu maha esa. Nabi Ibrahim juga di berikan hujjah untuk membela kaumnya. Nabi Muhammad Saw tidak mungkin berbicara dengan hawa nafsu nya, melainkan apa yang di ucapkan nya merupakan Wahyu dari Allah SWT.  Allah SWT juga mengangkat derajat orang yang berilmu dan hikmah, untuk itu orang yang sedang belajar/ mencari ilmu ketika orang tersebut meninggal dunia, ia termasuk orang yang mati syahid, Dalam Alquran surah al-Mujadilah ayat 11, Allah SWT berfirman:   يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ Ya ayyuhaladzina amanu idza qila lakum tafassahu fil-majalisi fafsahu yafsahillahu lakum wa idza qila...

BIMBINGAN USAHA SEBAGAI TINDAK LANJUT BANTUAN USAHA DARI BANK INDONESIA UNTUK PONDOK PESANTREN AL IMDAD

Kamis lalu (27/8) asosiasi keuangan mikro nasional, Microfin Indonesia, mendatangi Pondok Pesantren Al Imdad guna melakukan pembinaan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP). Hal ini sebagai tindak lanjut atas bantuan usaha yang diberikan oleh Bank Indonesia untuk beberapa pesantren di Indonesia. Pondok Pesantren Al Imdad menjadi salah satu yang dipilih oleh BI untuk menerima bantuan guna mengelola UMKM milik pesantren yang memadahi untuk membantu perkembangan perekonomian di pesantren. Sebagai pembimbing dan konsultan, Microfin Indonesia memberikan beberapa arahan untuk mengelola segala macam UMKM, khususnya dalam hal administrasi dan keuangan. Di Pondok Pesantren Al Imdad terdapat bermacam-macam unit usaha. Mulai dari pertanian, pengelolaan sampah, air minum kemasan, hingga koperasi. Semua unit usaha ini dipercayakan satu persatu kepada para putra kiyai untuk mengelolanya. Maka dari itu, untuk mencetak tenaga dan pengelola yang profesional, Microfin Indonesia cabang DIY me...

Antara Kuliah, Mengaji dan Mengabdi

Kuliah adalah kegiatan belajar-mengajar di jenjang pendidikan tinggi selepas bangku sekolah menengah atas. Bagi sebagian anak muda yang tak puas hanya dengan menjadi generasi putih abu-abu , k uliah seakan sudah jadi ambisi. Terlebih bagi mereka yang melihat jenjang pendidikan tinggi itu sebagai pengantar bagi tercapainya cita-cita mereka. Tak terkecuali bagi santri. Bahkan motivasi dan hasrat untuk merasakan bagaimana rasanya suasana menuntut ilmu di luar pesantren , bagaikan sebuah energi lain yang membuat mereka tetap bersemangat . Namun demikian, selain kewajiban menuntut ilmu saat kuliah, sebenarnya ada sebuah kewajiban lain bagi santri yang rentan memudar saat mereka menikmati masa-masa kuliah tersebut. Apa itu? Mengabdi. Ya, mengabdi. Kegiatan inilah sesungguhnya yang akan bermanfaat bagi mereka agar kuliah tidak hanya sekedar menjadi aktivitas prestise berisi main-main dan jalan-jalan. Lantas, bagaimana sebenarnya kuliah yang baik bagi para santri itu? Apakah para sa...