Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label berkah

Pentingnya Memahami Kalender Kamariyah

Sebagai umat muslim mengetahui hari dan bulan merupakan hal yang bersifat krusial. Hal ini berkenaan dengan ibadah umat Muslim yang terikat dengan waktu baik itu hari ataupun bulan seperti puasa yang terikat pada terbitnya fajar dan ghurub atau terbenamnya matahari. Tidak hanya itu, ibadah lain seperti puasa Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha serta ibadah haji. Hal ini tentunya menuntut umat Muslim untuk memahami bulan Kamariah (sebagai bulan dalam kalender Islam/Hijriyah) agar dalam menjalankan syariat Islam dapat tercapai dengan baik. Kalender Hijriyah biasa disebut dengan kalender Kamariah. Kamariah adalah sistem penanggalan yang didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi. (Muhyiddin Khazin, 2005: hlm. 67). Satu tahun ada 12 bulan dalam kalender Hijriyah yang lamanya 29 dan 30 hari. Berikut nama-nama bulan dalam kalender Hijriyah beserta arti asal nama bulan yaitu: 1.       Muharram : bulan yang didalamnya diharamkan berperang 2.  ...

Manaqib Almaghfurlah KH. Humam Bajuri Bantul

Baris depan dari kiri ke kanan: dr. KH. Atthobari Humam, MPH, KH. Mulyanto, Dr. KH. Habib Abdus Syakur, M.Ag, KH. Ahmad Murod, S.Ag, K. Agung Prastawa, S.IP, dan Nyai Hj. Aisyah Humam   Bantul, 5 Oktober 2018 Dalam rangka Haflah Khotmil Qur'an dan Haul ke-23 Almaghfurlah KH. Humam Bajuri,  Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul menyelenggarakan beberapa rangkaian acara. Salah satunya adalah "Maulid Akbar dan Manaqib Almaghfurlah KH. Humam Bajuri". Majelis Maulid Akbar dan Manaqib Almaghfurlah KH. Humam Bajuri ini diselenggarakan pada Kamis, 4 Oktober 2018, tepat selepas sholat Isya'. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh santri Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul ini juga dihadiri oleh dzuriyyah Almaghfurlah KH. Humam Bajuri dan jajaran kepengurusan Yayasan Pondok Pesantren Al-Imdad. Dalam sambutannya, dr. KH. Atthobari Humam, MPH, selaku Ketua Yayasan, berpesan kepada santri-santri Al-Imdad untuk terus giat ngaji dan belajar.  Karena, masa depan bangsa ada di tangan mere...

Pluralisme versus Radikalisme

Indonesia merupakan negara kepulauan yang meliputi beragam ras, suku, budaya, dan agama. Adanya keragaman tersebut memberikan warna tersendiri yang dengannya sedikit banyak menentukan corak dan karakteristik bangsa Indonesia. Realita kemajemukan ini mau tidak mau harus diterima dengan penuh kesadaran sebagai bagian dari sunnatullah . Sehingga, pluralisme sebagai suatu sistem nilai yang memandang keberagaman atau kemajemukan secara positif sekaligus optimis dan berupaya untuk berbuat sebaik mungkin berdasarkan kenyataan, kiranya dapat menjadi solusi yang lebih relevan dan urgen atas adanya kemajemukan itu sendiri. Pluralisme sebagai solusi terhadap adanya keberagaman, sering kali disandingkan dengan paham radikalisme. Penyandingan ini dilandasi atas dasar keterbalikan makna sekaligus sikap antara pluralisme dan radikalisme. Adanya kasus-kasus kekerasan atas nama agama dan pemahaman keagamaan yang sangat menusuk rasa kemanusiaan setidaknya menjadi contoh kongkritnya. Dalam semu...

PUASA DAN BEBERAPA HIKMAHNYA

image: zamzamialmakki (c) 2012 Secara khusus, puasa sudah sangat familiar bagi muslim Indonesia. Ia adalah satu dari sekian ibadah yang diajarkan dalam agama Islam yang rahmatan li al-‘aalamiin. Namun demikian, pada hakikatnya puasa ini tidak hanya ada dalam tradisi keagamaan Islam saja. Beberapa agama lain juga mengajarkan umatnya untuk melaksanakan ibadah ini, meskipun dengan beberapa perbedaan dalam tata laksananya. Dalam bahasa Sansekerta, puasa berasal dari dua kata, yaitu: upa dan wasa. Upa, semaca perfiks yang berarti dekat dan wasa yang berarti Yang Maha Kuasa. Jadi, upawasa atau yang kemudian pengucapannya berubah menjadi puasa, adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam agama Islam, puasa dilaksanakan dari sejak fajar terbit di ufuk timur, dan berakhir saat matahari terbenam di belahan bumi bagian barat.  Di sepanjang waktu itu, orang yang berpuasa dilarang untuk melakukan berbagai perbuatan yang dapat membatalkan puasanya, seperti maka...

Berkah Ramadlan

Jika berbicara tentang puasa, yang pertama kali muncul di benak kita adalah menahan diri dari makan dan minum. Namun, makna dari puasa itu sendiri selain sebagai rukun Islam yang ketiga, puasa juga merupakan salah satu media bagi tiap muslim untuk menata hati, meningkatkan keimanan dan mengendalikan hawa nafsu.