Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label prestasi santri

Al-Imdad Berbagi Ilmu Pembuatan Deterjen dan Sabun Cuci Cair Hingga ke Lampung

Siang tadi, Jum'at 11 Januari 2019, Ustadz Rohman Hakim, Koordinator Program Pengembangan Lifeskill di Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul, memenuhi undangan dari KH. Ahmad Hayuni selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al-Barokah Poncowarno Lampung Tengah guna menyampaikan materi proses pembuatan sabun deterjen dan sabun cuci cair di hadapan para santri dan walisantri di sana. Undangan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan yang dilakukan Pengasuh, Dewan Ustadz, Komite Madrasah, Komite Walisantri serta santri-santri Pondok Pesantren Al-Barokah Poncowarno, Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung pada 24-25 Desember 2018 lalu. Kesamaan beberapa poin dalam visi dan misi kedua pesantren telah mengantarkan sebuah jalinan kerjasama pengembangan ilmu dan pengetahuan di samping jalinan silaturrahim yang memang sudah terjalin lama--sejak kedua pengasuh sama-sama mondok di Pesantren Krapyak Yogyakarta. Dalam kesempatan yang baik ini, Ustadz Rohman Hakim menyampaikan beberapa p...

Al-Imdad II Pajangan Ikuti Lomba Evaluasi Pondok Pesantren Berwawasan Lingkungan Tingkat DIY Tahun 2018

Al-Imdad II mewakili Kab. Bantul dalam lomba Evaluasi Pondok Pesantren Berwawasan Lingkungan Tingkat DIY yang diadakan oleh DLH Prov Daerah Istimewa Yogyakarta. Lomba tersebut dilaksanakan pada Kamis, 25 Oktober 2018 bertempat di Pondok Pesantren Al-Imdad II, Kedung, Guwosari, Pajangan, Bantul. Tim Juri yang berasal dari DLH DIY datang langsung di Pondok Pesantern Al-Imdad II untuk melakukan penilaian secara langsung terhadap lingkungan pesantren. Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad II, Dr. KH. M. Habib Abdus Syakur, M.Ag mengatakan, “Ada tiga hal yang dilakukan Al-Imdad sebagai bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar, yaitu pengelolaan sampah padat lewat rumah pilah sampah, pengelolaan limbah cair lewat biogas dan IPAL, serta penghijauan lingkungan dengan kreatifitas santri membuat ruang terbuka hijau.” Kepedulian Al-Imdad terhadap lingkungan hidup ini mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat serta pemerintah daerah setempat. Hal ini tercermin ...

PUASA DAN BEBERAPA HIKMAHNYA

image: zamzamialmakki (c) 2012 Secara khusus, puasa sudah sangat familiar bagi muslim Indonesia. Ia adalah satu dari sekian ibadah yang diajarkan dalam agama Islam yang rahmatan li al-‘aalamiin. Namun demikian, pada hakikatnya puasa ini tidak hanya ada dalam tradisi keagamaan Islam saja. Beberapa agama lain juga mengajarkan umatnya untuk melaksanakan ibadah ini, meskipun dengan beberapa perbedaan dalam tata laksananya. Dalam bahasa Sansekerta, puasa berasal dari dua kata, yaitu: upa dan wasa. Upa, semaca perfiks yang berarti dekat dan wasa yang berarti Yang Maha Kuasa. Jadi, upawasa atau yang kemudian pengucapannya berubah menjadi puasa, adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Dalam agama Islam, puasa dilaksanakan dari sejak fajar terbit di ufuk timur, dan berakhir saat matahari terbenam di belahan bumi bagian barat.  Di sepanjang waktu itu, orang yang berpuasa dilarang untuk melakukan berbagai perbuatan yang dapat membatalkan puasanya, seperti maka...

Berkah Ramadlan

Jika berbicara tentang puasa, yang pertama kali muncul di benak kita adalah menahan diri dari makan dan minum. Namun, makna dari puasa itu sendiri selain sebagai rukun Islam yang ketiga, puasa juga merupakan salah satu media bagi tiap muslim untuk menata hati, meningkatkan keimanan dan mengendalikan hawa nafsu. 

Antara Kuliah, Mengaji dan Mengabdi

Kuliah adalah kegiatan belajar-mengajar di jenjang pendidikan tinggi selepas bangku sekolah menengah atas. Bagi sebagian anak muda yang tak puas hanya dengan menjadi generasi putih abu-abu , k uliah seakan sudah jadi ambisi. Terlebih bagi mereka yang melihat jenjang pendidikan tinggi itu sebagai pengantar bagi tercapainya cita-cita mereka. Tak terkecuali bagi santri. Bahkan motivasi dan hasrat untuk merasakan bagaimana rasanya suasana menuntut ilmu di luar pesantren , bagaikan sebuah energi lain yang membuat mereka tetap bersemangat . Namun demikian, selain kewajiban menuntut ilmu saat kuliah, sebenarnya ada sebuah kewajiban lain bagi santri yang rentan memudar saat mereka menikmati masa-masa kuliah tersebut. Apa itu? Mengabdi. Ya, mengabdi. Kegiatan inilah sesungguhnya yang akan bermanfaat bagi mereka agar kuliah tidak hanya sekedar menjadi aktivitas prestise berisi main-main dan jalan-jalan. Lantas, bagaimana sebenarnya kuliah yang baik bagi para santri itu? Apakah para sa...

METODE MENCINTAI ALLAH (MAHABBATULLAH)

Sebagai umat muslim, mencintai Allah SWT merupakan suatu kewajiban yang harus kita perlihatkan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Cinta di sini bukanlah cinta yang hanya diucapkan melalui lisan belaka, melainkan cinta yang disertai dengan pembuktian yang nyata di dalam akhlak dan tingkah laku kita sehari-hari. Secara sederhana, mencintai Allah SWT dapat dibuktikan dengan cara mentaati segala sesuatu yang diperintahkan Allah serta menghindari dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang-Nya.

Ahmad Kian Santang Menangkan Emas di KSM Nasional 2016

Bantul, 28 Agustus 2016 Ahmad Kian Santang adalah Santri Pondok Pesantren Al Imdad Bantul. Lahir di Sleman pada tanggal 30 Juni 2002, Kian adalah putra pertama dari pasangan Arosin Suryanto, S.Si dan Ade Rokayah, S.Ag yang beralamat di Jl. Turi No. 3 RT 044 Labasan Pekembinangun Pakem Sleman. Dalam kesehariannya, santri ini dikenal sebagai pribadi sederhana dan lugu. Namun, di balik kesederhanaan dan keluguannya, Kian ternyata menyimpan prestasi yang layak dibanggakan dan wajib disyukuri.  Dalam ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Nasional di Pontianak tanggal 23-27 Agustus 2016 lalu, ia mampu meraih MEDALI EMAS di bidang Biologi tingkat MTS. Tidak hanya itu, ia juga meraih Penghargaan The Best Overall di Mapel Biologi yang diikutinya.