Langsung ke konten utama

Al-Imdad II Pajangan Ikuti Lomba Evaluasi Pondok Pesantren Berwawasan Lingkungan Tingkat DIY Tahun 2018



Al-Imdad II mewakili Kab. Bantul dalam lomba Evaluasi Pondok Pesantren Berwawasan Lingkungan Tingkat DIY yang diadakan oleh DLH Prov Daerah Istimewa Yogyakarta. Lomba tersebut dilaksanakan pada Kamis, 25 Oktober 2018 bertempat di Pondok Pesantren Al-Imdad II, Kedung, Guwosari, Pajangan, Bantul. Tim Juri yang berasal dari DLH DIY datang langsung di Pondok Pesantern Al-Imdad II untuk melakukan penilaian secara langsung terhadap lingkungan pesantren.
Dalam sambutannya, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad II, Dr. KH. M. Habib Abdus Syakur, M.Ag mengatakan, “Ada tiga hal yang dilakukan Al-Imdad sebagai bentuk kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar, yaitu pengelolaan sampah padat lewat rumah pilah sampah, pengelolaan limbah cair lewat biogas dan IPAL, serta penghijauan lingkungan dengan kreatifitas santri membuat ruang terbuka hijau.” Kepedulian Al-Imdad terhadap lingkungan hidup ini mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat serta pemerintah daerah setempat. Hal ini tercermin dari sambutan dari pihak DLH Bantul yang sangat mengapresiasi dan mendukung kepedulian Al-Imdad terhadap lingungan.
Acara ini juga turut dihadiri masyarakat sekitar pondok, pejabat daerah mulai dari RT hingga Kecamatan Pajangan, TNI dan Polri, santri serta wali santri Pondok Pesantren Al-Imdad.
Di akhir acara ini, seorang anggota Tim Juri memperikan apresiasi luar biasa serta memuji Al-Imdad, “Dulu, pondok pesantren itu identik dengan kumuh dan gudiken, akan tetapi sekarang saya sekarang telah menemukan pondok pesantren di puncak gunung Guwosari yang seperti hotel berbintang tiga.”

Shofyan Atsauri, Santri PP Al-Imdad II Pajangan


Postingan populer dari blog ini

Tafsir jalalain (QS. Al an'am ayat 83-84)

Dalam surah Al an'am ayat 83, Allah menunjukkan segala sesuatunya kepada Nabi Ibrahim, hujjah Nabi Ibrahim itu  menunjukkan bahwa Allah itu maha esa. Nabi Ibrahim juga di berikan hujjah untuk membela kaumnya. Nabi Muhammad Saw tidak mungkin berbicara dengan hawa nafsu nya, melainkan apa yang di ucapkan nya merupakan Wahyu dari Allah SWT.  Allah SWT juga mengangkat derajat orang yang berilmu dan hikmah, untuk itu orang yang sedang belajar/ mencari ilmu ketika orang tersebut meninggal dunia, ia termasuk orang yang mati syahid, Dalam Alquran surah al-Mujadilah ayat 11, Allah SWT berfirman:   يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ Ya ayyuhaladzina amanu idza qila lakum tafassahu fil-majalisi fafsahu yafsahillahu lakum wa idza qila...

BIMBINGAN USAHA SEBAGAI TINDAK LANJUT BANTUAN USAHA DARI BANK INDONESIA UNTUK PONDOK PESANTREN AL IMDAD

Kamis lalu (27/8) asosiasi keuangan mikro nasional, Microfin Indonesia, mendatangi Pondok Pesantren Al Imdad guna melakukan pembinaan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP). Hal ini sebagai tindak lanjut atas bantuan usaha yang diberikan oleh Bank Indonesia untuk beberapa pesantren di Indonesia. Pondok Pesantren Al Imdad menjadi salah satu yang dipilih oleh BI untuk menerima bantuan guna mengelola UMKM milik pesantren yang memadahi untuk membantu perkembangan perekonomian di pesantren. Sebagai pembimbing dan konsultan, Microfin Indonesia memberikan beberapa arahan untuk mengelola segala macam UMKM, khususnya dalam hal administrasi dan keuangan. Di Pondok Pesantren Al Imdad terdapat bermacam-macam unit usaha. Mulai dari pertanian, pengelolaan sampah, air minum kemasan, hingga koperasi. Semua unit usaha ini dipercayakan satu persatu kepada para putra kiyai untuk mengelolanya. Maka dari itu, untuk mencetak tenaga dan pengelola yang profesional, Microfin Indonesia cabang DIY me...

Antara Kuliah, Mengaji dan Mengabdi

Kuliah adalah kegiatan belajar-mengajar di jenjang pendidikan tinggi selepas bangku sekolah menengah atas. Bagi sebagian anak muda yang tak puas hanya dengan menjadi generasi putih abu-abu , k uliah seakan sudah jadi ambisi. Terlebih bagi mereka yang melihat jenjang pendidikan tinggi itu sebagai pengantar bagi tercapainya cita-cita mereka. Tak terkecuali bagi santri. Bahkan motivasi dan hasrat untuk merasakan bagaimana rasanya suasana menuntut ilmu di luar pesantren , bagaikan sebuah energi lain yang membuat mereka tetap bersemangat . Namun demikian, selain kewajiban menuntut ilmu saat kuliah, sebenarnya ada sebuah kewajiban lain bagi santri yang rentan memudar saat mereka menikmati masa-masa kuliah tersebut. Apa itu? Mengabdi. Ya, mengabdi. Kegiatan inilah sesungguhnya yang akan bermanfaat bagi mereka agar kuliah tidak hanya sekedar menjadi aktivitas prestise berisi main-main dan jalan-jalan. Lantas, bagaimana sebenarnya kuliah yang baik bagi para santri itu? Apakah para sa...