Langsung ke konten utama

Pentingnya Memahami Kalender Kamariyah


Sebagai umat muslim mengetahui hari dan bulan merupakan hal yang bersifat krusial. Hal ini berkenaan dengan ibadah umat Muslim yang terikat dengan waktu baik itu hari ataupun bulan seperti puasa yang terikat pada terbitnya fajar dan ghurub atau terbenamnya matahari. Tidak hanya itu, ibadah lain seperti puasa Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha serta ibadah haji. Hal ini tentunya menuntut umat Muslim untuk memahami bulan Kamariah (sebagai bulan dalam kalender Islam/Hijriyah) agar dalam menjalankan syariat Islam dapat tercapai dengan baik.
Kalender Hijriyah biasa disebut dengan kalender Kamariah. Kamariah adalah sistem penanggalan yang didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi. (Muhyiddin Khazin, 2005: hlm. 67).
Satu tahun ada 12 bulan dalam kalender Hijriyah yang lamanya 29 dan 30 hari. Berikut nama-nama bulan dalam kalender Hijriyah beserta arti asal nama bulan yaitu:
1.      Muharram : bulan yang didalamnya diharamkan berperang
2.      Shafar : bulan ketika daun pohon menguning
3.      Rabi’ul Awwal : musim gugur 1
4.      Rabi’ul Tsani : musim gugur 2
5.      Jumadil Awwal : musim dingin 1
6.      Jumadil Tsani : musim dingin 2
7.      Rajab : bulan ketika salju mencair
8.      Sya’ban : bulan turun ke lembah
9.      Ramadhan : bulan panas terik
10.  Syawal : bulan peningkatan panas teriknya
11.  Dzulqa’dah : bulan istirahat (dalam musim panas yang terik)
12.  Dzulhijjah : bulan yang ada peristiwa haji
Namun, sebagian masyarakat masih awam dengan kalender Hijriyah sebab yang sering terdengar hanya bulan Masehi. Banyak yang ingat dengan tanggal dan bulan dalam kalender Masehi, akan tetapi tidak dengan tanggal dan bulan dalam kalender Hijriyah. Mengingat bulan Kamariah sangat penting bagi umat Islam karena ibadah-ibadah yang dilakukan seperti halnya puasa, haji, peringatan hari-hari besar Islam, dan lain-lainnya dihitung menurut penanggalan Hijriyah, maka umat muslim dituntut untuk mengkaji dan memahaminya.
Penanggalan Hijriyah ini dimulai sejak Umar bin Khattab 2,5 tahun diangkat sebagai khalifah, yaitu sejak terdapat persoalan yang menyangkut sebuah dokumen pengangkatan Abu Musa al-Asy’ari sebagai gubernur di Basrah yang terjadi pada bulan Sya’ban. Yang kemudian menimbulkan pertanyaan bulan Sya’ban yang mana? Pada saat itu lah khalifah Umar bin Khattab mengumpulkan beberapa orang guna membahas persoalan mengenai tahun hijriyah. Agar persoalan serupa tidak terulang lagi. (Muhyiddin Khazin, Ilmu Falak Dalam Teori dan Praktik, hlm. 110).
Kalender Hijriyah dihitung sejak hijrahnya nabi Muhammad Saw. dari Makkah ke Madinah, yakni bertepatan pada hari kamis 15 Juli 622 M (menurut perhitungan urfi). Sedangkan menurut perhitungan hakiki bertepatan pada hari Jumat 16 Juli 622 M. Akan tetapi, penanggalan Hijriyah baru ditetapkan pada masa Umar bin Khattab.
Indonesia merupakan negara yang mayoritasnya umat Muslim kurang lebih 222 juta Muslim yang menjadi salah satu negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar di dunia. Oleh sebab itu pentingnya kita sebagai umat Muslim untuk mengetahui tentang kalender Hijriyah.

Nur Ismawati, Alumni MA Unggulan Al-Imdad Bantul dan Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul, sekarang Mahasiswi UIN Walisongo Semarang. Satu dari beberapa santri alumni #AmazingAlimdad yang menerima Program PBSB Kemenag RI 2015.

Postingan populer dari blog ini

METODE MENCINTAI ALLAH (MAHABBATULLAH)

Sebagai umat muslim, mencintai Allah SWT merupakan suatu kewajiban yang harus kita perlihatkan di dalam kehidupan kita sehari-hari. Cinta di sini bukanlah cinta yang hanya diucapkan melalui lisan belaka, melainkan cinta yang disertai dengan pembuktian yang nyata di dalam akhlak dan tingkah laku kita sehari-hari. Secara sederhana, mencintai Allah SWT dapat dibuktikan dengan cara mentaati segala sesuatu yang diperintahkan Allah serta menghindari dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang-Nya.

Pengajian Bandongan Kitab Majalis As-Saniyyah Hadis 21

Muqaddimah hadis di dalam kitab Majalis As-Saniyyah ini menerangkan tentang bumi yang berputar pada porosnya, bumi berputar secara sempurna selama 365 hari/ 1 tahun. Banyak sekali benda langit yang tidak berporos, salah satunya komet. Komet adalah bongkahan batu yang besar ukurannya bervariasi, bisa mencapai diameter 100 meter bahkan lebih, Istilah "komet" berasal dari bahasa Yunani, kometes (κομήτης) yang berarti "rambut panjang"  Istilah lainnya adalah bintang berekor yang tidak tidak tepat karena komet sama sekali bukan bintang. Orang Jawa menyebutnya sebagai lintang kemukus karena memiliki ekor mirip 'kukus' atau berdebu. Di samping itu, ekornya juga mirip buah kemukus yang dikeringkan.  Benda langit yg ukurannya paling besar adalah bintang, bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya, disebabkan oleh reaksi fusi nuklir yang menghasilkan energi yang terjadi di dalamnya. Bintang yang bergabung dalam sebuah sistem masif yang terikat gaya gravita...

Tafsir jalalain (QS. Al an'am ayat 83-84)

Dalam surah Al an'am ayat 83, Allah menunjukkan segala sesuatunya kepada Nabi Ibrahim, hujjah Nabi Ibrahim itu  menunjukkan bahwa Allah itu maha esa. Nabi Ibrahim juga di berikan hujjah untuk membela kaumnya. Nabi Muhammad Saw tidak mungkin berbicara dengan hawa nafsu nya, melainkan apa yang di ucapkan nya merupakan Wahyu dari Allah SWT.  Allah SWT juga mengangkat derajat orang yang berilmu dan hikmah, untuk itu orang yang sedang belajar/ mencari ilmu ketika orang tersebut meninggal dunia, ia termasuk orang yang mati syahid, Dalam Alquran surah al-Mujadilah ayat 11, Allah SWT berfirman:   يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انشُزُوا فَانشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ Ya ayyuhaladzina amanu idza qila lakum tafassahu fil-majalisi fafsahu yafsahillahu lakum wa idza qila...