Langsung ke konten utama

PELATIHAN BACA KITAB DENGAN METODE 33 DI PP AL-MUNAWWIR KRAPYAK



Di masa pandemi ini banyak sekali kegiatan yang mungkin bisa dilakukan meskipun masih dengan keterbatasan, semuanya pun serba online ; Madrasah online (PJJ/pembelajaran jarak jauh) , ngaji online, sorogan online, bandongan online dan kuliah online, semua serba online. Kegiatan pun cenderung relatif berada di dalam satu ruangan. Dilihat dari hal-hal tersebut bisa disimpulkan bahwa banyak waktu yang tidak efektif untuk setiap kegiatan dikarenakan hanya berfokus pada satu rangkaian kegiatan yg semua serba online, melihat hal tersebut para santriwati Pondok Pesantren Al Munawwir komplek R berinisiatif untuk mengadakan sebuah kegiatan untuk mengisi kegiatan dimasa pandemi, dikarenakan penghuni komplek itu kebanyakan santriwati yang sudah kuliah, mereka pun sowan kepada Ibu  Nyai Hj. Ida Fatimah Zainal dan oleh beliau usulan para santriwati tersebut disambut dengan baik dan didukung untuk mengadakan kegiatan pelatihan baca kitab. Kemudian beliau menghubungi Bapak Doktor KH Habib Abdus Syakur M. Ag selaku pengasuh Pondok pesantren Al Imdad dan penulis buku metode 33 & baca kitab.


Kegiatan pelatihan pun dimulai pada tanggal 23 Agustus 2020, kegiatan dibuka dengan sambutan oleh Bapak Doktor KH Habib Abdus Syakur M. Ag, beliau menceritakan alasan awal mula menulis Buku metode 33 dan Cara cepat baca kitab. Berawal dari keprihatinannya pada para santri yang kesusah belajar membaca kitab, sudah bertahun-tahun mondok lama tapi belum lancar bahkan belum bisa membaca kitab dengan baik dan benar. Padahal belajar bahas Inggris bisa dikuasai hanya dalam waktu 3 bulan sudah bisa cas cis cus, akhirnya beliau menemukan kekurangan dari metode pembelajaran baca kitab dan pada tahun 2007 mulai membuat alternatif belajat baca kitab. Pada pelatihan kali ini syarat untuk bisa menguasai metode 33 adalah bisa membaca Al Qur'an dengan baik dan benar. 




Ada 3 metode pembelajaran yaitu kosakata, kaidah dan praktek. Bapak Doktor KH Habib Abdus Syakur berani menjamin dalam 1 jam bersama beliau, sudah bisa membaca Arab dan menerjemah. Dalam pelatihan ini akan dibagi menjadi 3 kelas, dan pembagiannya berdasarkan hasil placement test yang diadakan pada akhir sesi, untuk melihat seberapa jauh kemampuan para santriwati dalam menguasai baca kitab. Selain itu disediakan 5 guru pelatihan yaitu putra Beliau sendiri, Gus Sir Aujal Huda Tazayyan dan Gus Atraf Husein El hakim. Lalu guru lainnya ; Kang Muhammad Irfan faziri, Mbak Yasyfin Najah dan Mbak Kuni Aissyatul Mubarok. Kegiatan berlangsung selama 3 hari, dalam satu hari ada dua sesi yang berlangsung selama 90 menit tiap sesi. Sebanyak kurang lebih 60 santriwati dari komplek R ikut berpartisipasi dalam pelatihan ini.


Lalu kegiatan pun dilanjutkan sambutan oleh Ibu Nyai Hj. Ida Fatimah Zainal, beliau berpesan kepada para santriwati yang mengikuti kegiatan ini untuk selalu mengikuti setiap sesi pelatihan. Kemudian setelah sambutan dari Beliau selesai, sebelum penutupan kegiatan, dilanjutkan placement test dengan materi yang sudah disiapkan oleh panitia. Para santriwati pun mengikuti placement test dengan seksama dan kegiatan pun diakhiri dengan penutupan. 

Postingan populer dari blog ini

KH. Humam Bajuri, “Staf Ahli” Kiai Ali Maksum di Bidang Fiqih

KH. Humam Bajuri adalah pendiri Pondok Pesantren Al-Imdad, yang terletak di Dusun Kauman, Wijirejo, Pandak, Bantul, Yogyakarta. Beliau lahir pada tahun 1937 dari pasangan R Bajuri dan Arsiyah. Wafatnya tepat pada hari jum’at, 14 Juni 1996, dalam usia 59 tahun.  Semasa hidup, Kiai Humam nyantri di berbagai pesantren. Salah satunya adalah Pesantren Krapyak, Yogyakarta, pada tahun 1955. Di Pesantren tersebut, Humam muda berguru kepada KH. Ali Maksum (Rais Syuriah PBNU 1981-1984), serta berguru kepada KH. Zainal Abidin Munawwir dan KH. Ahmad Warson Munawwir, yang merupakan putra dari KH. Muhammad Munawwir. Di Pesantren Krapyak, Kiai Humam menamatkan pendidikan Madrasah Tsanawiyah 6 tahun, dan Madrasah Aliyah 4 tahun. Berbagai kitab pun telah beliau telaah sehingga memiliki keahlian mendalam dalam ilmu agama. Kedekatannya dengan Kiai Ali Maksum dan guru-guru lainnya, menjadikannya leluasa untuk memperdalam ilmu pengetahuan. Di Pesantren Krapyak pula, Kiai Humam dipercaya ole...

Al-Imdad Berbagi Ilmu Pembuatan Deterjen dan Sabun Cuci Cair Hingga ke Lampung

Siang tadi, Jum'at 11 Januari 2019, Ustadz Rohman Hakim, Koordinator Program Pengembangan Lifeskill di Pondok Pesantren Al-Imdad Bantul, memenuhi undangan dari KH. Ahmad Hayuni selaku Pengasuh Pondok Pesantren Al-Barokah Poncowarno Lampung Tengah guna menyampaikan materi proses pembuatan sabun deterjen dan sabun cuci cair di hadapan para santri dan walisantri di sana. Undangan ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan yang dilakukan Pengasuh, Dewan Ustadz, Komite Madrasah, Komite Walisantri serta santri-santri Pondok Pesantren Al-Barokah Poncowarno, Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, Propinsi Lampung pada 24-25 Desember 2018 lalu. Kesamaan beberapa poin dalam visi dan misi kedua pesantren telah mengantarkan sebuah jalinan kerjasama pengembangan ilmu dan pengetahuan di samping jalinan silaturrahim yang memang sudah terjalin lama--sejak kedua pengasuh sama-sama mondok di Pesantren Krapyak Yogyakarta. Dalam kesempatan yang baik ini, Ustadz Rohman Hakim menyampaikan beberapa p...

BIMBINGAN USAHA SEBAGAI TINDAK LANJUT BANTUAN USAHA DARI BANK INDONESIA UNTUK PONDOK PESANTREN AL IMDAD

Kamis lalu (27/8) asosiasi keuangan mikro nasional, Microfin Indonesia, mendatangi Pondok Pesantren Al Imdad guna melakukan pembinaan Badan Usaha Milik Pesantren (BUMP). Hal ini sebagai tindak lanjut atas bantuan usaha yang diberikan oleh Bank Indonesia untuk beberapa pesantren di Indonesia. Pondok Pesantren Al Imdad menjadi salah satu yang dipilih oleh BI untuk menerima bantuan guna mengelola UMKM milik pesantren yang memadahi untuk membantu perkembangan perekonomian di pesantren. Sebagai pembimbing dan konsultan, Microfin Indonesia memberikan beberapa arahan untuk mengelola segala macam UMKM, khususnya dalam hal administrasi dan keuangan. Di Pondok Pesantren Al Imdad terdapat bermacam-macam unit usaha. Mulai dari pertanian, pengelolaan sampah, air minum kemasan, hingga koperasi. Semua unit usaha ini dipercayakan satu persatu kepada para putra kiyai untuk mengelolanya. Maka dari itu, untuk mencetak tenaga dan pengelola yang profesional, Microfin Indonesia cabang DIY me...